Bijogneo Home
Alam ini begitu kaya dengan segalam mahluk yang terdapat di dalamnya, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk dapat saling memperhatikan khususnya bagi objek objek yang unik, yang terkadang hanya hadir pada waktu dan tempat tertentu dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
FOKUS
Fiksi - Langkah
1 2 3 4 5 6 7
Pada tahun 2008 diduga terjadi kematian sapi perah yang mengemparkan seluruh pelosok tanah air. Tidak tanggung-tanggung kasus kematian yang diduga sapi ini telah menyeret beberapa pejabat tinggi negara ke DPR untuk dimintai keterangannya. Uniknya...

Laman

Minggu, 01 Mei 2011

Tangkapan Kamera


Jamur di tengah padang rumput fairway Modern Golf Tangerang
Alam ini begitu kaya dengan segala mahluk yang terdapat di dalamnya, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk dapat saling memperhatikan khususnya bagi objek objek yang unik, yang terkadang hanya hadir pada waktu dan tempat tertentu dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Seperti jamur pada gambar di samping ini. Ia tumbuh hanya dalam satu malam, pada pagi-pagi sekali ketika embun belum mengering, ia terlihat dalam ukura besar berwarna putih bersih di tengah lapangan rumput golf, ukurannya dapat lebih besar dari bola golf.
Atau katak-katak yang berkamufalse demi tujuan kelangsungan hidup dan mempertahankan spesiesnya dari serangan predator. Gambar berikutnya di bagian bawah adalah mahluk unik yang bergerak di tangkai pohon yang tidak dapat diidentifikasi secara jelas apakah ia mempunyai tangan dan kaki dalam ukuran yang relatif cukup kecil. Momen-momen seperti ini hanya dapat ditemukan di alam terbuka, bukan berarti mudah
Katak berkamuflase dengan warna rumput
. Setidaknya kesempatan hanya terjadi pada suatu waktu yang tidak dapat direncanakan sebelumnya. 

Dalam satu artikel di HowStuffWorks.com disebutkan bahwa kemampuan hewan untuk menyamarkan diri salah satunya ditentukan oleh faktor Biochromes. Ini adalah pigmen alami dalam ukuran mikroskopik yang terdapat dalam tubuh binatang untuk memproduksi warna-warna secara kimia. Proses kimia ini terjadi sebagai akibat dari proses penyerapan sebagian warna cahaya dan pemantulan yang lainnya. Warna pigmen yang tampak adalah kombinasi dari semua panjang gelombang cahaya yang dapat terlihat yang dipantulkan oleh pigmen itu.
Gambar di samping ini memperlihatkan bagaimana katak berkamuflase diantara batu dan dedaunan.
Selain secara kimia, hewan tertentu juga dapat memproduksi warna melalui stuktur fisik mikrokopik. Pada prinsipnya, struktur ini seperti  pembiasan dan penghamburan cahaya pada prisma, hingga kombinasi warna tertentu dipantulkan.  Sebagai contoh, Beruang kutub, sebenarnya memiliki kulit berwarna hitam tetapi terlihat putih karena mereka memiliki bulu yang jernih (transparan). Ketika terkena cahaya, setiap bulu atau rambutnya akan sedikit menekuk. Kondisi inilah yang memantulkan cahaya ke sekitarnya sehinga sebagian ke permukaan kulit dan sisanya dipantulkan, menghasilkan warna putih. Pada beberapa hewan dua cara  pewarnaan di atas dapat terjadi sekaligus. Contohnya pada reptil, amphibhi dan ikan dengan  kamuflase hijau yang merupakan kekhasan bagi yang mempunyai lapisan kulit dengan pigmen kuning dan lapisan kulit yang dapat menghamburkan cahaya sehingga memantulkan warna biru.
Selain kamuflase hewan juga dapat mengeluarkan bebauan untuk mencegah predator mendekatinya. Contohnya Walang Sangit. Satu sisi dalam jumlah besar, Walang Sangit menjadi hama padi yang dapat merugikan para petani, di sisi lain sebagai hewan biasa ia lepas dari perhatian manusia namun ia tetap dipersenjatai untuk mempertahankan spesiesnya hidup di alam ini.

Jika diperhatikan lebih dalam lagi, sepertinya setiap mahluk hidup dilengkapi dengan perangkat dan cara mempertahankan spesies untuk tetap hidup di alam ini.  Penemuan NASA akan fosil bakteri dalam meteorit merupakan salah satu bukti bahwa mahluk hidup dan alam semesta merupakan satu kesatuan yang dinamis, saling mengisi dan membantu mempertahankan eksistensinya bersama-sama. Bumi dan segala mahluk yang hidup di dalam dan di atasnya, jelas merupakan salah satu kekayaan alam semesta yang bila dilihat dengan mata manusia, bumi ini, berupa titik pun tidak.



Katak berkamuflase dengan warna batang pepohonan










Bergerak (mungkinkah Elien?) bentuknya tidak jelas